Koffie kamer itu sesaat heboh. Seorang karyawan bagian pengiriman barang mengabarkan bahwa ada pegawai, digedung tempat saya bekerja, yang meninggal mendadak. Padahal Ia sehat, berbadan tegap, tanpa penyakit berarti. Bagi orang Eropa Barat, ini tentu tidak biasa.
Pun, bagi kita, yang orang timur, kematian jarang jadi perbincangan. Dengan rutinitas kesibukan yang kita jalani saat ini. Tentu sulit membayangkan, jika suatu saat semua aktivitas akan di-stop oleh Yang Maha Memiliki. Tiba-tiba, habislah kesempatan terakhir kita akan mengisi buku harian kita. Buku agenda kerja juga ditutup paksa. Padahal, saat ini, halaman demi halaman di buku agenda harian diisi teratur, bahkan acara pekanan dan rencana liburan ditulis detil.
*****
Belum lama berselang, dari seorang teman, saya mendengar berita sedih tentang berpulangnya buah hati dari seorang sahabat kami. Innalillahi wa inna ilaihi raajiun. Semoga teman kami tersebut dan keluarganya, diberikan kesabaran dan ketabahan. Tidak terbayang beratnya beban pasangan muda yang kehilangan buah hatinya.
Di kampung kami, jika ada yang anak muda yang meninggal, para tetua menyebutnya 'mumbang (kelapa kecil) jatuh…kelapa (kelapa tua) jatuh; putik gugur…bunga pun gugur'. Semua akan kembali. Tua atau muda. Tanpa pengecualian.
Belum lagi, mimpi dan keinginan kita yang begitu banyak. Semua keinginan itu kini, menguasai memori otak kita. Menghabiskan seluruh space yang ada di sel-sel otak. Ingin lulus sekolah, ingin dapat kerja, ingin menikah, ingin punya keturunan, ingin hidup berkecukupan, ingin berbakti pada orang tua di hari senja mereka, ingin punya tempat berteduh yang nyaman, ingin kendaraan yang nyaman, ingin berkontribusi pada negeri, ingin mampu menciptakan lapangan kerja bagi saudara sebangsa yang kurang beruntung, ingin naik haji, ingin....Begitu banyak. Akankah kita meninggal setelah semua ambisi terpenuhi? Masalahnya kematian datang tidak seperti penghargaan tertinggi atas achievement, yang hanya dimiliki para top manager yang sudah dipuncak karir dan belum tentu akan menunggu kita mencapai golongan IV d (bagi PNS).
*****
Saat ini, tentu tidak terbayangkan masa-masa terakhir kehidupan itu. Apakah akan didahului sakit? Atau langsung?
Pun, tidak pernah terpikir bahwa kita akan masuk list malaikat Izrail dalam waktu dekat. Toh masih sehat, toh bugar viz. ikut fitnes (berat badan seimbang), rajin check-up, toh kita ngga stress dan belum depresi. Masalahnya lagi, umur tidak berkaitan langsung dengan berat badan dan kondisi kesehatan.
*****
Alhamdulillah…hari ini Jumat dan kita masih hidup. Masih belum kiamat besar. Juga belum kiamat kecil. Semoga hari ini amalan baik kita bertambah.